KARANGASEM | bhayangkaraperdananews.com – Terkait pembangunan lift kaca yang sedang viral dan diperbincangkan menjadi pro dan kontra dari berbagai kalangan, dalam hal ini Bupati Klungkung menolak keras karena akan berdampak yang nantinya dapat membahayakan seperti apa yang tidak diharapkan, walaupun telah teruji kekuatannya tetapi kalau dimakan usia akan rapuh juga, demi menjaga keselamatan bagi para pengunjung harus dipikirkan kedepannya, selain itu alasan yang mendasar ingin menjaga dan menjadikan sesuai aslinya.
Bupati Klungkung I Made Satria: ‘Di Kala Investor Tidak Menjaga Kearifan Lokal, Kita Tidak Terima!’ Singgung PMA yang Sering Sepelekan Izin!
Kontroversi proyek Lift Kaca Pantai Kelingking di Nusa Penida telah mencapai titik klimaks: Lift itu direkomendasikan untuk dibongkar!
Menanggapi kekhawatiran iklim investasi, Bupati Klungkung, I Made Satria, justru mengirimkan pesan yang sangat tegas kepada para investor.
Prioritas Utama: Keaslian Bali!
Made Satria meyakini bahwa langkah penutupan dan pembongkaran ini tidak akan mengganggu investasi, melainkan akan menaikkan ‘kelas’ Bali.
“Di kala investor tidak menjaga kearifan dan keaslian lokal Bali, maka kita tidak terima investor itu,” tegas Made Satria pada Minggu (23/11).
Beliau mengakui, selama ini pembangunan akomodasi di Nusa Penida dan Bali seringkali bablas, dengan tidak sedikit investor, terutama PMA (Penanaman Modal Asing), yang menyepelekan masalah perizinan.
Bupati Minta Pusat Persulit PMA
Bupati Klungkung kini meminta Pemerintah Pusat untuk memperketat aturan investasi bagi PMA.
“Dulu dengan modal Rp. 10 miliar, PMA sudah bisa investasi. Bali butuh investor berkualitas, Bali perlu kita jaga,” ujarnya.
Penutupan Lift Kaca ini adalah langkah nyata Klungkung untuk menjaga alam dan budaya Bali agar tetap memiliki daya tarik yang otentik.
Setuju dengan sikap tegas Bupati Made Satria ini? Apakah Bali harus lebih selektif dalam memilih investor demi menjaga keaslian?. (MBPN-Nengah Suena)
